Kekuatan “Lakukan Saja” (The Power of Just Do It)

just do itKadang kepintaran dan kejeniusan logika kita dapat menjadi halangan yang sangat besar untuk kesuksesan kita. Banyak sekali kasus yang saya alami sendiri dan juga yang saya lihat tentang kegagalan yang justru disebabkan oleh kepintaran dan kejeniusan berfikir. Kadang otak logika kita sendiri menentang dan menarik kita untuk tidak maju dan hanya lari-lari di tempat. Kita merasa sudah berusaha dan melakukan yang terbaik, tapi pada kenyataannya itu hanya dipikiran kita saja. Jadi kita merasa maju dengan cepat dan berlari ke depan, tapi kenyataannya kita hanya lari di tempat.

Contohnya, jika saya melihat seorang gadis cantik sedang duduk sendiri di Starbuck dan browsing internet menggunakan laptopnya, sudah tentu saya ingin langsung menghampirinya, duduk, membuka pembicaraan dan membuatnya tertarik dengan saya.

Sangat mudah bukan?

Menghampiri lalu duduk lalu membuka pembicaraan lalu membuatnya tertarik dengan saya.

That’s it!

Tapi apa yang terjadi? Bahkan sebelum saya menghampirinya otak logika saya langsung berbicara kepada saya, “Mana mungkin bisa seperti itu?” dan seperti biasa, si otak logika langsung memberikan alasan-alasan yang sudah tentu masuk akal dan sulit untuk kita tolak.

Contohnya si otak logika akan meng-analisa semua kegagalan yang mungkin terjadi seperti:

– Bagaimana jika wanita itu tidak ramah?

– Bagaimana jika dia ramah tapi itu kulitnya saja?

– Bagaimana jika nanti saya ditolak dan jadi malu?

– Bagaimana jika ternyata cowonya lagi ke toilet?

– Bagaimana jika pada saat pembicaraan lu keabisan pembicaraan?

Dan list tersebut terus menerus bertambah dan bertambah dan bertambah. Khususnya bagi kalian yang pintar dan jenius serta analytical. Pasti ribuan list kemungkinan akan muncul dan kalian tahu sendiri, pada akhirnya saya hanya duduk dan berfikir keras saja tanpa action. Penyakit ini bukan NATO (No Action Talk Only) tapi NATO (No Action Think Only) dan itu sangat-sangat tidak efektif sama sekali.

Dan lucunya, pada saat saya tidak berbuat apa-apa dan terus berfikir, si otak logika saya pun memberikan alasan yang bagus, yaitu paling tidak saya sudah menganalisa dan berusaha berfikir walaupun saya tidak berbuat apa-apa. Dan saya merasa sudah melakukan sebuah usaha padahal tidak sama sekali. Kalian lihat betapa butanya kita selama ini?

Kita sering berfikir dengan hanya berfikir kita sudah melakukan action dan pada saat hasil yang kita inginkan tidak kunjung datang, kita menyalahkan nasib atau takdir kita padahal itu salah kita sendiri.

Lalu apa yang harus kita lakukan?

Jawabannya: Just – Do – It – No – Matter – What’s – Going – To –Happen

Dan stop berlebihan meng-analisa

Jika kamu sudah bisa berfikir setingkat level ini, maka kamu akan berhasil! Saya jamin 100% bahkan lebih! Plus bonus. Hal ini mengingatkan saya kepada sebuah cerita Yunani kuno.

Ada beberapa ribu prajurit yunani berlayar ke sebuah pulau dan ternyata setelah mereka tiba di pulau tersebut. Mereka baru tahu kalau musuh mereka 8x lebih banyak. Mereka masih punya kesempatan untuk lari dan mundur tapi Sang Pemimpin sudah membakar semua kapal tanpa sisa.

Pilihan mereka kini tinggal dua: menang atau mati dan mereka menang!

Nah, jadi pada saat saya ingin menghampiri seorang wanita dan logika saya menantang saya, saya tidak terlalu peduli. Saya hanya just do it! Lalu bukankah itu nekat namanya? Atau konyol? Tidak! Itu bukan nekat! Itu namanya confident atau percaya diri atau keberanian. Konyol? Lebih konyol lagi jika tidak melakukan apa-apa tapi berharap mendapat sesuatu. Lalu bagaimana dengan resikonya?

Resiko ya tinggal resiko! Hadapi saja! Analisa resikonya dan hadapi. Bukannya mundur atau tidak melakukan apa-apa. Saya sudah seringkali menghampiri wanita dengan 2 atau 3 pria berada disampingnya bahkan ada pacarnya pun saya hampiri. Bukan untuk show-off atau pamer, tapi untuk melatih diri saya untuk menjadi menarik dan berani dan kamu tahu? Saya dapat nomor HPnya si cewek walaupun ada cowoknya!

Dan soal resiko, kadang saya dapatkan solusinya pada saat saya sudah berada di tengah-tengah pembicaraan. Solusi untuk resiko itu seperti muncul dengan sendirinya jika saya mendorong diri saya untuk Just Do It! itu seperti kekuatan maha dasyat yang datang secara instan. Dan jika memang pada saat itu saya “stuck” dan tidak tahu berbuat ap-apa, lain kali jika saya menghadapi hal yang sama, saya pasti sudah tahu harus bagaimana.

Bagi saya tidak ada yang namanya gagal yang ada hanya feedback atau timbal-balik yang justru sangat berguna untuk menyadarkan saya di mana salah saya. Jangan pikir kamu tahu kesalahan kamu dengan hanya berfikir. Kamu akan tau kesalahan kamu sebenarnya pada saat kamu melakukan action!

Jadi bagi kamu yang mengalami hal yang sama seperti yang dulu saya alami, khususnya yang pintar dan jenius, my advice to you:

Just – Do – It and You’ll – Get – It

You’ll never know what’s going to happen!

Clean, Simple and Legit.

Original Story by Ronald Frank

One Reply to “Kekuatan “Lakukan Saja” (The Power of Just Do It)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *