Kamu Asik dan Seru tapi kok Membosankan?

fun

Kenapa banyak orang rela bayar mahal untuk diputar-putar dan dibikin berteriak-teriak oleh wahana Dufan? Kalau kamu tanya ke mereka pertanyaan ini mereka akan menjawab: karena seru! atau karena asik! Yup! Betul! Itulah hal yang membuat semua orang tergila-gila. Itulah hiburan, buat senang-senang. Fun kalau bahasa gaulnya. Kamu tahu pemasukan Industri Hiburan / Entertaiment dalam sebulan itu berapa? Kamu tahu berapa bayaran selebriti atau artis untuk menghibur masyarakat? Bukan biaya yang murah dan yang pasti sangat mahal!

Kalau semua orang di-dunia ini rela membayar untuk satu hal yang namanya “Fun”, kenapa kamu tidak gunakan saja “Fun” itu untuk membuat wanita menggilai kamu?

Saya banyak bertanya ke berpuluh-puluh wanita dari berbagai macam latar belakang tentang seperti apa karakter Pria Idaman mereka. Mereka menjawab dengan berbagai macam jawaban, tapi tidak satupun luput dari yang namanya Fun. Mereka selalu menggunakan kata Fun, seru, asik, lucu, heboh dan masih banyak lagi kata-kata yang menjurus ke FUN. Saya juga tentu bertanya ke berbagai wanita dari berbagai negara yang kebetulan tinggal di Indonesia dan selalu jawaban mereka:

“I want a guy that can make me LAUGH.”

“I want a FUN guy.”

“I want a COOL guy and lots of FUN”

“I want a guy who’s FUNNY”

Ingat keyword-nya adalah Fun. Tapi… Ada tapinya…

Banyak teman-teman saya yang fun, seru, asik, lucu, heboh, dll tidak dapat membuat wanita tertarik dengan mereka. Aneh kan?

Bukankah Fun itu yang diinginkan semua orang? Lalu kenapa mereka tidak bisa membuat wanita tertarik padahal mereka Fun? Dan hal ini juga terjadi dengan saya beberapa tahun yang lalu. Semua orang mengakui saya Fun, tapi hanya sekedar “mengakui” saja. Tidak ada proses kecanduan atau adiktif yang terjadi seperti yang seharusnya mereka rasakan pada saat ke Dufan atau nonton konser musik favorit mereka. Dan setelah saya sadari, ternyata jawabannya ada di otak mereka.

Didalam otak manusia ada DUA bagian khusus yang mengatur proses adaptasi yaitu Broca Region dan Reticular Activating System (RAS). Fungsinya adalah menangkap sesuatu yang janggal dan secara otomatis membuat kamu memusatkan seluruh perhatian kamu kepada yang hal janggal tersebut; dan mendorong sesuatu yang sudah biasa menjadi hal yang tidak penting.

Dengan kata lain, jika kamu menemukan hal baru, unik atau janggal; otak akan secara otomatis memusatkan seluruh perhatian kamu kepada hal tersebut. Kebalikannya, jika kamu berhadapan dengan hal biasa, pasaran dan mudah ditebak; otak akan secara otomatis mengabaikannya. Contohnya jika lingkungan kamu biasanya sepi namun tiba-tiba kamu  mendengar teriakan keras, kamu akan kaget lalu secara otomatis memusatkan seluruh perhatian kamu kepada suara tersebut dan tidak akan tenang hingga kamu tahu apa penyebab teriakan tersebut.

Nah intinya adalah jika sesuatu terjadi secara statik atau konstan atau terus-menerus, maka bagian RAS akan menyaring apapun itu menjadi tidak penting. Dengan kata lain men-trigger sesuatu yang namanya bosan atau boring.

Nah pantas saja kalau kita ke Dufan, paling lama kita naik wahana itu 15 menit saja. Kalau kita nonton FILM, paling lama filmnya 3 jam, kalau kita nonton konser musik, paling lama 2 jam. Limitasi atau keterbatasan waktu inilah yang membuat banyak orang jadi ketagihan atau adiktif. Nah setelah saya sadar akan hal ini, saya segera memberitahu teman-teman saya yang Fun tadi untuk membuat para wanita idaman mereka menjadi Fun untuk beberapa saat dan tinggalkan mereka setelah itu.

Hasilnya, para wanita ini jadi ketagihan di-supply emosi fun dari teman-teman saya. Jadi rumusnya adalah:

Jadilah Fun, Berikan Rasa Fun, Tarik Kembali.

Dan selalu berinovasi agar Fun yang sudah ada di dalam diri kamu tidak out-of-date atau basi atau kuno atau tidak seru lagi atau jayus. Ngomong-ngomong, ngerasa ga acara empat-mata nya Tukul yang terlalu sering ditayangkan udah mulai jayus?

Peace, Love and BE FUN!

Original Story by Ronald Frank

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *