Antara Mindset (Konsep) dan Sistem (Teknis)

MindsetTeknik apa yang bisa memberikan mereka satu kali tembak dapat menyelesaikan masalah percintaan kamu seumur hidup? Saya menjawab bahwa saya tidak tahu!

Itu sama saja kamu sakit dan meminta dokter kamu memberikan obat yang satu kali telan dan kamu tidak pernah sakit lagi. Apakah ada hal seperti itu? Jika ada, segera hubungi saya. Saya ingin berjabat tangan dengan dokter itu.

Sudah tentu dokter kamu memberikan resep obat bukan? Dan bagaimana jika kamu tidak membeli obat yang ada di resep tersebut? Apakah kamu akan sembuh? Tentu tidak! Bagaimana jika kamu sudah membeli resep obat tersebut tapi kamu tidak mengikuti anjuran dokter untuk meminumnya 3 kali sehari? Apakah kamu bisa sembuh? Bagaimana jika kamu disuruh meminum obat tersebut 3 hari sekali tapi kamu malah meminum semua obat tersebut sekaligus? Apakah kamu akan sembuh? Tentu kamu akan overdosis! Pertanyaan seperti itu adalah konyol.

Dalam berhubungan dengan wanita, tidak ada yang namanya teknik ampuh yang dapat dengan cepat membuat kamu menjadi Pria Idaman. Yang ada hanya teknik ampuh yang dengan cepat membuat kamu menjadi badut dangdut idaman karena kamu dengan cepat merubah diri kamu dari nol menjadi seratus! Dan kamu akan terlihat aneh dan tidak alami. Tidak ada dalam sejarah kehidupan manusia yang dapat belajar secepat mempelajari satu teknik dan selesai. Maka dari itu, saya selalu memberikan mindset (pola pikir) dan contoh pengalaman saya dengan tujuan untuk membuat kamu mengerti tentang skema besarnya seperti apa dan gunakanlah mind-set dan konsep ini untuk brainstorming pikiran kamu yang saya percaya sangat kreatif untuk membuat teknik kamu sendiri.

Banyak juga orang yang meminta “Teknik melakukan X gimana sih?” atau “Jangan cuma banyak omong! Gimana tekniknya? Gimana prakteknya?” dll. dll.

Saya sudah tentu memberikan teknik pribadi saya yang sudah teruji dan berhasil, tapi apakah teknik saya bisa juga berhasil untuk kamu? Ya belum tentu. Ada yang berhasil dan ada yang tidak. Jika kamu menggunakan teknik saya yang bertolak belakang dengan kepribadian kamu, maka tentu kamu akan terlihat palsu saat kamu menggunakan teknik saya tersebut bukan?

Tapi jika kamu mengerti konsepnya dan membuat teknik kamu sendiri berdasarkan konsep yang saya berikan, sudah tentu itu pasti berhasil untuk kamu, karena kamu akan terlihat jujur dan apa adanya karena menggunakan teknik yang jelas-jelas kamu buat sendiri. Jadi sekali lagi jangan pernah menganggap konsep atau mind-set atau teori itu tidak penting justru sangat penting karena itulah sumber dari berbagai macam teknik dan sistem yang ada dimana-mana.

dweck_mindset

Lalu bagaimana dengan sistem? Bagaimana jika ada yang menawarkan sistem yang harus di-ikuti tahap-tahapnya dari A ke B ke C ke D ke F sampai ke Z? Kamu pilih mana: diberi uang atau mesin pencetak uangnya? Pilihan terserah kamu! Tapi saya tentu akan memilih mesin uangnya. Kenapa? Karena kalau saya diberi uang, maka dengan segera uang itu akan habis. Kalau saya diberi mesin pencetak uang, saya bisa mencetak uang sebanyak yang saya mau. Saya bisa mencetak mata uang sesuka saya. Saya mau rupiah ya rupiah, saya mau dolar ya dolar, euro ya euro. Enak bukan? Sudah tentu!

Uang itu ibarat sistem

Mesin pencetak uang itu ibarat mind-set

Kalau kamu menggunakan sistem kamu akan terdogma dengan sistem tersebut dan sudah tentu terikat dan sulit untuk berkembang. Sistemlah yang menyebabkan pemberontakan di banyak negara. Banyak orang yang mau “break the system” karena mereka merasa tidak puas dan terkurung dengan sistem tersebut. Mereka ingin bebas berekspresi, mereka ingin membuat sistem untuk mereka sendiri. Jika memang sistem itu cocok dengan kamu, silahkan ambil. Tapi jika tidak, kamu butuh sesuatu yang lebih efektif dan menarik untuk kamu yaitu mind-set dan konsep.

Dengan mind-set menjadi Pria Idaman terinstall di kepala kamu, sudah tentu kamu akan menghasilkan sistem kamu sendiri yang sudah tentu akan lebih lebih berhasil untuk diri kamu layaknya mesin pencetak uang.

Mind-set or system? Its all up to you!

Original Story by Ronald Frank

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *