7 Cara Menawan PDKT Cewek Lewat Telepon

pdkt-telponSMSan atau ngobrol lewat telepon bisa menjadi cara yang menyenangkan dan mudah untuk lebih mengenal seorang cewek, terutama jika kamu tidak sering bertemu dia secara personal. Namun mendapatkan nomor HP doi dan melakukan apa yang harus dilakukan setelahnya, merupakan tantangan tersendiri. Berikut adalah cara menawan untuk PDKT lewat telepon, setelah artikel tentang cara PDKT lewat SMS sudah kita bahas di artikel sebelumnya.

Pertama, mendapatkan nomor HP doi.

Ini merupakan langkah tersulit, namun harus dilakukan. Jika dia memberimu nomornya, kamu dapat mengasumsikan bahwa dia bersedia ngobrol dengan kamu. Berikut cara-cara unik yang bisa kamu lakukan:

  1. Jangan dapatkan nomor doi dengan cara sembunyi-sembunyi. Jangan menjadi penguntit (stalker), jadi cobalah untuk mengindari cara rahasia dalam mendapatkan nomor HP doi. Misalnya mendapatkan nomor doi dari temannya, mencarinya lewat online, atau cara-cara rahasia lain. Nomor HP doi adalah informasi pribadi, hargai privasinya. Sebaiknya dia sendiri yang memberi nomor HP doi kepada orang yang dia mau.
  2. Cari sebuah alasan. Jangan khawatir, doi mungkin tahu “modus” kamu mendapatkan nomor HPnya, tapi dia mungkin memang ingin memberikan nomor HP doi. Jika kalian dalam sebuah tim, mintalah nomor HP doi untuk koordinasi. Jika kalian satu kelas, mintalah nomor doi dengan alasan untuk mengerjakan tugas bersama.
  3. Tukar nomor. Beri dia nomor HP kamu, lalu katakan “Berapa nomor kamu?” atau “Btw, aku belum dapet nomor HP kamu. Nomor HP kamu berapa?”.
  4. Tanyakan langsung. Jika kamu tidak punya alasan, jangan cemas. Minta saja. Tetap santai, dan mulailah dengan permintaan, “Eh, bolehkah aku telpon kamu kapan-kapan?” atau “Boleh aku minta nomor HP kamu?”.

Kedua, pilih waktu yang tepat.

Waktu yang tepat (timing) dapat membuat perbedaan antara panggilan baik dan panggilan buruk (a good call and a bad call). Memilih waktu yang tepat dapat membuatmu tampak percaya diri tapi menarik, dan menghilangkan kecanggungan yang bisa kamu tangkap dari cara dia menjawab telponmu.

  1. Tunggu sehari atau dua hari. Jika kamu menelpon dia terlalu cepat mungkin kamu akan tampak putus asa; dan jika terlalu lambat kamu akan tampak tidak tertarik dengan doi. Beri dia waktu sehari atau dua hari untuk dia mencari tahu apakah kamu akan menelpon dia atau tidak, dan mulailah memikatnya.
  2. Pilih waktu tepat saat dia memang mau mengangkat telponmu. Bisa sore atau petang hari. Jika kamu menelpon saat dia sedang sekolah, kuliah atau bekerja; kecanggungan akan muncul – dia akan dengan cepat menutup telpon, dan itu akan sulit bagimu untuk mencari tahu apakah dia tertarik atau tidak. Sebaliknya, cobalah telpon dia petang hari, sekitar jam 7 atau 8. Dia mungkin selesai makan malam dan mau ngobrol sebentar dengan kamu.

Ketiga, santai saja.

Sebelum kamu menelpon, ambil nafas dalam-dalam dan cobalah untuk tenang. Jangan sampai kamu bergumam tidak jelas, terbata-bata bahkan terdengar gemetar karena gugup. Latih bicaramu pada tempat yang wajar dan jaga nada suaramu tenang dan jelas. Temukan tempat sepi, yang bisa menjaga privasimu agar ketika gugup tidak terdengar oleh orang lain yang dapat mengganggu konsentrasimu.

Keempat, latih etika menelpon yang baik.

Cara kamu menanggapi telpon seseorang memberitahu banyak hal tentang perilaku kamu dan seberapa gugup kamu.

  1. Jika orang lain yang mengangkat, katakan “Halo, apakah Julia ada?” Orang itu pasti akan bertanya siapa yang menelpon. Untuk menjawabnya, cukup sebutkan nama kamu dan beritahu siapa kamu, misalnya “Ini Romi, teman Julia di kursus Bahasa Inggris”. Jika dia tidak ada, jawab dengan tenang dan tanyakan apakah kamu dapat menitipkan pesan untuk doi bahwa kamu akan menelpon doi lagi nanti.
  2. Jika doi yang mengangkat, katakan “Hai Julia! Ini Romi, kamu yang berikan nomor kamu pada hari Selasa kemarin”. Mengenalkan diri kembali seperti ini mungkin tampak canggung, namun ini penting untuk tahu bahwa doi mengenalmu dengan baik, dengan siapa doi berbicara.

Kelima, berbasa-basi dengan santai.

Berbasa-basi dengan menanyakan bagaimana doi menjalani hari, PR, pekerjaan, teman dan ketertarikannya pada sesuatu merupakan topik yang ringan untuk dibicarakan agar percakapan mengalir dengan santai. Jangan khawatir jika kamu berbicara terlalu dalam, topik yang kompleks untuk pertama kalinya – apa yang sebenarnya ingin kamu tunjukkan kepada doi adalah kamu tertarik pada apa yang doi pikirkan dan ingin kenal doi lebih baik lagi.

  1. Jaga percakapan fokus tentang dirinya. Kebanyakan orang akan nyaman membicarakan diri mereka karena itu adalah topik yang diketahui dengan baik, jadi tanyakan tentang kesukaannya, apa yang doi pikirkan tentang sesuatu yang terjadi barusan, bagaimana doi menjalani hari ini dan seterusnya. Buatlah percakapan yang ringan tentang sesuatu yang doi ketahui dengan baik, misalnya “Jadi sekarang aku tahu kalau kamu suka melukis, emangnya gimana sih caranya melukis yang baik itu? Aku ingin tahu lebih banyak dari kamu”.
  2. Tanyakan tentang doi menjalani hari ini. Dia mungkin ingin ada orang yang bersedia mendengar tentang hal yang ia alami hari ini.
  3. Munculkan sesuatu yang kalian bicarakan ketika kalian bertemu. Misalnya lelucon, ketertarikan bersama pada sesuatu, atau sesuatu yang kalian bicarakan sebelum berpisah.

Keenam, ketahui kapan waktu tepat mengakhiri panggilan.

Pikirkan seperti kamu mendengar suara air mendidih ketika kamu sedang merebus mie instan, itu adalah waktu yang tepat untuk mengangkat mie rebus. Begitu juga dengan hal ini, kamu sebaiknya tahu kapan waktu yang tepat mengakhiri pembicaraan. Menghentikan pembicaraan saat masih menarik dapat membantumu menghindari keheningan yang canggung, dan beritahu dia kalau kamu ingin menelpon dia lagi suatu saat.

Akhiri dengan pujian. Mengatakan hal seperti, “Seru ngobrol sama kamu! Kita akan ngobrol lagi kapan-kapan ya” akan memberitahu doi kalau kamu tidak langsung menutup telepon hanya karena doi berkata salah atau tidak berkenan di hatimu.

Ketujuh, telpon lagi beberapa hari kemudian.

Mungkin kamu ingin berbicara dengan dia lagi secepat mungkin, namun tahanlah sebentar. Mengharapkan dia berbicara dengan kamu setiap hari akan memberi banyak tekanan pada doi, karena sebenarnya berbicara setiap hari hanya untuk orang yang sudah pacaran (sementara kamu masih PDKT). Tapi kamu dapat menelpon dia sekali atau dua kali seminggu dan lihat apakah dia mulai balik menelpon kamu.

Tips Tambahan

  1. Jangan ajak dia pergi ke rumahmu untuk menonton TV atau film jika kamu belum pernah bertemu dia. Kamu bisa dikira tidak sopan.
  2. Jangan telpon dia terlalu malam. Kamu bisa dikira tidak sopan dan akan menyinggung harga dirinya.
  3. Tips ini hanya berlaku jika kamu telpon cewek untuk pertama kalinya. Jika kamu sudah saling telpon, mungkin kamu tidak membutuhkan tips ini lagi.
  4. Panggil dia pada jam yang sama. Siapa tahu dia bisa lupa dengan kamu di hari berikutnya.

Peringatan

Jangan telpon dia terlalu sering atau dia mungkin akan mengira bahwa kamu sedang menguntitnya (stalking). Jika kamu benar-benar naksir dia dan dia tidak mengangkat telpon ketika pertama kali telpon, cobalah telpon lagi beberapa hari berikutnya. Jika tips ini tidak berjalan lancar, mungkin saatnya kamu Move On cari yang lain.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *