5 Faktor Penting Berpacaran dengan Brondong

brondongKamu berpacaran dengan yang lebih muda? Memang sudah tidak asing lagi bila seorang wanita menjalani hubungan dengan pria yang lebih muda alias Brondong. Namun perlu diperhatikan saat kamu memutuskan untuk berpacaran dengan seseorang yang lebih muda, ada beberapa faktor yang harus kamu perhatikan agar hubungan kamu dengan dia berjalan sesuai rencana. Berikut adalah 5 faktor penting saat berpacaran dengan pria yang lebih muda.

Faktor Kedewasaan

Kedewasaan seseorang memang tidak bisa diukur hanya dengan melihat usiannya saja. Memang, faktor kedewasaan tidak sepenuhnya bergantung pada usia seseorang. Akan tetapi banyak pria yang masih berusia muda sudah memiliki tingkat kedewasaan yang lebih tinggi dibanding yang usianya lebih muda. Nah, untuk dapat menemukan brondong yang dewasa, tentu kamu harus mengenalnya lebih jauh. Hati-hati, jangan terpukau dengan sikap dewasa yang hanya mungkin saja tampak di permukaan, atau sekadar berpura-pura untuk memikat hati kamu.

Faktor Ekonomi

Jika saat ini kamu seorang perempuan yang sudah matang, tentu sudah memiliki karir yang mapan dan penghasilan yang besar. Oleh karena itu, cobalah mencari pria yang tidak merasa terintimidasi atau terusik egonya ketika mengetahui kamu memiliki penghasilan yang lebih besar darinya. Karena nantinya posisi pria sebagai kepala keluarga, dan berperan sebagai tulang punggung keluarga. Agar kehidupan keluarga kamu kelak suami kamu mampu memenuhi semua kebutuhan keluarga.

Faktor Biologis

Faktor biologis adalah satu hal yang tidak bisa dihindari, hal ini sering kali menjadi hambatan yang paling sering dijumpai pada pasangan beda usia. Mungkin kamu terpikat dengan penampilan dan selera humornya yang menyegarkan kamu. Tapi di saat kamu merasa sudah terpanggil untuk segera menikah, atau ingin memiliki anak, sedangkan dia belum rela mengikat hidupnya. Mungkin saja ia saat ini hanya menginginkan kebersamaan, romansa saat menjalani hubungan. Maka, bila kamu berniat serius dengan si brondong ini, pastikan bahwa ia telah siap secara mental dan biologis untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *